| Add caption |
Illmu
Pengetahuan dan Sejarah Perkembangan Sains
Blogger
:

MUH. SIDIQ AKBAR NUGRAHA
Email
|
|
Facebook
|
:
Sidiq Akbar Nugraha
|
Twitter
|
:
@Sidiq1996
|
Prinstert
|
:
Sidiq Akbar
Nugraha
|
BBM
website
|
:
D3110826
|
Sunday, 16 July 2017
Sejarah fisika sepanjang yang telah diketahui telah dimulai pada
tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan
suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak
saat itu fisika terus
berkembang sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan
di dalam bidang dunia benda, matematika dan filosofi namun juga,
melalui teknologi, membawa perubahan ke dunia sosial masyarakat.
Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar tahun 1600 dapat
dikatakan menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya fisika
klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan
mulai berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern. Di era ini
ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan di bidang ilmu pengetahuan,
pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa henti, dari luasnya galaksi, sifat
alami dari kondisi vakum sampai
lingkungan subatomik. Daftar
persoalan dimana fisikawan harus pecahkan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Fisika Awal (Periode I)
Sejak zaman purbakala, manusia terus memperhatikan bagaimana benda-benda di
sekitarnya berinteraksi, orang juga telah mencoba untuk mengerti sifat dari
benda kenapa benda yang tanpa disangga jatuh ke bawah, kenapa benda yang
berlainan memiliki sifat atau property yang berlainan juga, dan sebagainya.
Mereka mencoba menduga-duga tentang misteri alam jagad raya, bagaimana
bentuk dan posisi bumi di tengah alam yang luas ini dan bagaima sifat-sifat
dari objek celestial matahari dan bulan, dua benda yang memiliki posisi penting
dalam kehidupan manusia purba.
Secara umum, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini mereka secara mudah
langsung mengaitkannya dengan pekerjaan dewa. Akhirnya, jawaban yang mulai
ilmiah namun tentu saja masih terlalu berspekulasi, mulai berkembang. Tentu
saja jawaban ini atau teori yang diusulkan, kebanyakan masih salah. Teori
tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak
pernah didasarkan pada eksperimen yang sistematik seperti saat ini. Ada
pengecualian dan anakronisme: contohnya,
pemikir Yunani, Archimedes menurunkan
banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.
Bagaimanapun juga dengan begini ilmu pengetahuan mulai mendapat tempatnya.
2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir
dengan 1 tahun = 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang.
Dalam Teknologi sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi
bangunan (piramid), standar berat, pengukuran, koin (mata uang).
600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.
530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada “Almagest” karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).
1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis.
600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.
530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada “Almagest” karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).
1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis.
Perkembangan Fisika Periode II
Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini, awal
abad 17, Galileo membuka
penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan
kunci dari metode sains. Galileo
dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam penelitian. Galileo memformulasikan
dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum
Inert.
Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan
Filosofi
Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas
dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang
merupakan sumber dari mekanika
klasik; dan Hukum
Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua
teori ini cocok dalam eksperimen.
Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika
klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William
Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan
hasil baru. Hukum Gravitasi memulai bidang astrofisika, yang
menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Dari sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika
dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak
lainnya. Pada 1733, Daniel
Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik
untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik.
Hasil-hasil lain yang didapatkan pada Perkembangan Fisika Periode II,
antara lain:
Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange. Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter. Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange. Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter. Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.
Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan
konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika
Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam
mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas,
Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.
Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas juga dalam energi mekanika. Pada periode ketiga ini, dalam bidang Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain
Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas juga dalam energi mekanika. Pada periode ketiga ini, dalam bidang Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain
Sifat listrik dan magnetisme dipelajari
oleh Michael Faraday, George Ohm, dan
lainnya. Pada periode ini diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori
Maxwell dan lain-lain. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan
kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan
oleh persamaan Maxwell. Perkiraan
dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang elektromagnetik.
Dalam bidang Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian
dipakai dalam Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas,
hidrodinamika.
Pada periode ini dalam bidang Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.
Pada periode ini dalam bidang Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.
Periode Keempat
Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan
beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini
menuntut pengembangan konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang
disebut Fisika Modern. Dalam periode ini dikembangkan teori-teori yang lebih
umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan dengan kecepatan yang sangat
tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang sangat kecil
(teori kuantum).
Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi partikel.
Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi partikel.
Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
Kontribusi Islam
Saat itu kebudayaan didominasi oleh Kekaisaran Roma, ilmu medik dan fisika
berkembang sangat pesat yang dipimpin oleh ilmuwan dan filsuf dari Yunani.
Runtuhnya Kekaisaran Roma berakibat pada mundurnya perkembangan ilmu
pengetahuan di dataran Eropa. Bagaimanapun juga kebudayaan di timur tengah terus
berkembang pesat, banyak ilmuwan dari Yunani yang mencari dukungan dan bantuan
di timur tengah ini.
Akhirnya ilmuwan muslim pun berhasil mengembangkan ilmu astronomi dan
matematika, yang akhirnya menemukan bidang ilmu pengetahuan baru yaitu kimia.
Setelah bangsa Arab menaklukkan Persia, ilmu pengetahuan berkembang dengan
cepat di Persia dan ilmuwan terus bermunculan yang akhirnya dengan giatnya
memindahkan ilmu yang telah ada dari kebudayaan Yunani ke timur tengah yang
saat itu sedang mundur dari Eropa yang mulai memasuki abad kegelapan.
10 FISIKAWAN YANG TERKENAL DI DUNIA
1.Albert Einstein
Albert Einstein lahir di Ulm, Kerajaan
Württemberg, Kerajaan Jerman pada tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal di
Princeton, New Jersey, Amerika Serikat pada tanggal 18 April 1955. Ia adalah
ilmuwan fisika terbesar dalam abad ke-20. Ia mengemukakan teori relativitas.
Kata Einstein dianggap berarti kecerdasan atau genius. Untuk menghargai atas
jasa-jasanya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai Einstein, sebuah unsure
kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein. Rumus
yang paling terkenal adalah E=mc².
2.Alexander Graham Bell
Alexander Graham Bell lahir di
Edinburgh, Skotlandia, Inggris pada tanggal 3 Maret 1847 dan meninggal akibat
komplikasi dari diabetes di Beinn Bhreagh, Nova Scotia, Kanada pada tanggal 2
Agustus 1922. Ia merupakan seorang Ilmuwan, insinyur, Profesor di Boston
University, Guru orang tuli dan bahkan penemu telepon. Ia juga termasuk
pekerjaan terobosan dalam telekomunikasi optik, hydrofoils dan aeronautika.
Pada 1888, Ia menjadi anggota pendiri dari National Geographic Society. Ia
digambarkan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia.
3.Archimedes
Archimedes lahir di Syracuse, Sisilia
pada tahun c.287 SM dan meninggal pada tahun c.212 SM di Syracuse. Ia adalah
seorang ahli matematika Yunani, fisika, insinyur, penemu, dan astronom. Ia
menemukan Archimedes ‘prinsip, Archimedes sekrup, Claw Archimedes dan Panas
Sinar.
4.Aristoteles
Aristoteles lahir di Stageira,
Chalcidice pada tahun 384 SM dan meninggal pada tahun 322 SM di Euboea. Ia
adalah seorang Yunani filsuf dan polymath, seorang mahasiswa dari Plato dan
guru dari Alexander Agung. Tulisan-tulisan Aristoteles adalah yang pertama membuat
system yang komprehensif filsafat Barat, meliputi moralitas, estetika, logika,
ilmu pengetahuan, politik, dan metafisika. Meskipun Ia menulis risalah yang
elegan banyak dan dialog, diperkirakan bahwa sebagian tulisan-tulisannya hilang
dan hanya sekitar sepertiga dari karya asli telah bertahan.
5.Galileo Galilei
Galileo Galilei lahir di Pisa, Toscana –
Italia pada tanggal 15 Februari 1564 dan meninggal pada tanggal 8 Januari 1642
di Arcetri, Toscana – Italia. Ia adalah seoarang astronom, filsuf, dan fisikawan
Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Ia telah menyempurnakan
teleskop, mengamati berbagai pengamatan astronomi dan juga dikenal sebagai
seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari.
Galileo dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern, dan
sering disebut sebagai “Bapak Astronomi Modern”, “Bapak Fisika Modern’,
dan “Bapak Sains”.
6.Georg Ohm
Georg Ohm lahir di Erlangen, Bavaria
pada tanggal 16 Maret 1789 dan meninggal pada tanggal 6 Juli 1854 di Munich,
Bavaria. Ia adalah seorang ahli fisika dan matematika. Ia menggunakan peralatan
ciptaanya sendiri dan menemukan bahwa ada proporsionalitas langsung antara beda
potensial diterapkan di konduktor dan resultan arus listrik, hubungan ini dikenal
dengan Hukum Ohm.
7.John Dalton
John Dalton lahir di Eaglesfied,
Cumberland, Inggris pada tanggal 6 September 1766 dan meninggal pada tanggal 27
Juli 1844 di Manchester, Inggris. Ia adalah seorang ahli kimia, ahli
meteorologi dan fisikawan. Ia dikenal karena kepeloporannya dalam pengembangan
modern teori atom, Hukum Proporsi, Hukum Daltn Tekanan Parsial, dan Daltonism.
8.Isaac Newton
Sir Isaac Newton lahir di
Woolsthorpe-by-Colsterwoth, Lincolnshire pada tanggal 4 Januari 1643 dan
meninggal pada tanggal 31 Maret 1727. Ia adalah seorang fisikawan,
matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog. Ia adalah
pengikut dari aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang
sejarah dan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik. Newton menjabarkan
hokum gravitasi dan tiga hokum gerak yang mendominasi pandangan sains dalam
karyanya.
9.Niels Bohr
Niels Bohr lahir di Kopenhagen, Denmark
pada tanggal 7 Oktober 1885 dan meninggal pada tanggal 18 November 1862 di
Kopenhagen, Denmark. Ia adalah ahli fisika dan pernah meraih hadiah Nobel
Fisika paa tahun 1922. Ia menerapkan konsep kuantum yang menggambarkan bahwa
atom tersusun dari inti atom yang dikelilingi oleh orbit elektron.
10.Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison lahir di Milan, Ohio
pada tanggal 11 Februari 1847 dan meninggal pada tanggal 18 Oktober 1931 di
West Orange, New Jersey. Ia adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan
banyak peralatan penting dan juga merupakan penemu pertama yang menerapkan
prinsip produksi missal pada proses penemuan.
Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός
(physikos), “alamiah”, dan φύσις (physis), “Alam”) adalah sains atau ilmu
tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang
tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Fisikawan mempelajari
perilaku dan sifat materi dalam bidang yangsangat beragam, mulai dari partikel
submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku
materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa
sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem
materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering
disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling
mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan
lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika.
Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya.
Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang
dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan
elektromagnetika.
Sejarah
fisika dimulai pada tahun sekitar 2400 SM, ketika kebudayaan Harappan
menggunakan suatu benda untuk memperkirakan dan menghitung sudut bintang di
angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang sampai ke level sekarang.
Perkembangan ini tidak hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda,
matematika dan filosofi namun juga, melalui teknologi, membawa perubahan ke
dunia sosial masyarakat. Revolusi ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar
tahun 1600 dapat dikatakan menjadi batas antara pemikiran purba dan lahirnya
fisika klasik. Dan akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai
berlangsungnya era baru yaitu era fisika modern. Di era ini ilmuwan tidak
melihat adanya penyempurnaan di bidang ilmu pengetahuan, pertanyaan demi
pertanyaan terus bermunculan tanpa henti, dari luasnya galaksi, sifat alami
dari kondisi vakum sampai lingkungan subatomik. Daftar persoalan dimana
fisikawan harus pecahkan terus bertambah dari waktu ke waktu.
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU FISIKA atau
ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang
tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Fisikawan mempelajari
perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel
submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku
materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam
fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti
hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika.
Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap
ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis
sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu
tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia
ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh
ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Nah para sahabat fisika ingin tahu
bagaimana sejarah perkembangan ilmu fisika itu? Kalau dicari asal-usulnya
ternyata menarik juga lho. Bahkan sistem kalender sampai mesin mobil yang
kawan-kawan sering temui dalam kehidupan sehari-hari ternyata para ilmuwan
fisika yang menemukannya.
Menurut Richtmeyer, sejarah
perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:
·
Periode Pertama,
Dimulai dari zaman prasejarah sampai
tahun 1550 an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang
dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini belum ada
penelitian yang sistematis. Beberapa penemuan pada periode ini diantaranya :
2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi
sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun = 365 hari, prediksi gerhana,
jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada peleburan berbagai
logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran,
koin (mata uang).
600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan
teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi
sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan
ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada
Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai
tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum
hidrostatika dan lain-lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai
sekarang.
530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains
di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini
terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada “Almagest” karya
Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi
berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam
Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang
nendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika
berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).
1450 M- 1550: Ada publikasi teori
heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi
saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis
·
Periode Kedua
Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun
1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang
sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam
penelitian. Hasil-hasil yang didapatkan antara lain:
Kerja sama antara eksperimentalis dan
teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet.
Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai.
Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange.
Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter.
Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.
Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai.
Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange.
Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter.
Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.
·
Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an.
Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang
sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang
dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam
Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai
sampai saat ini.
Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan
Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda
tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.
Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain.
Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-lain.
Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.
Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain.
Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-lain.
Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.
·
Periode Keempat
Dimulai dari tahun 1890an sampai
sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa fenomena yang tidak bisa
dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan konsep fisika
yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini
dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang
berkaitan dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang
berkaitan dengan partikel yang sangat kecil (teori kuantum).
Teori Relativitas yang dipelopori oleh
Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan
energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi
partikel.
Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
Pada awal
abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori
fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan
berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert.
Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika,
memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak
Newton, yang merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton,
yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen.
Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika klasik
dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan
Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum
Gravitas memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi
menggunakan teori fisika.
Sejak abad
18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh
Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas dan juga dalam energi mekanika.
Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panas dan juga dalam energi mekanika.
Budaya
penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan
eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan
mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoritis atau fisika eksperimental
saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang
tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga
merupakan eksperimentalis yang sukses.
Meskipun
fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara
keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini
benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika
klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih
besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada
kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus diteliti; contohnya, aspek
mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori chaos ditemukan
pada abad kedua puluh, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun,
hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini menyimpang. Oleh
karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian menuju
topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya,
diharapkan memahami teori-teori tersebut.
- Prof. Achmad Baiquni, M.Sc., Ph.D.
Sejak kecil, ia sudah memperoleh pendidikan agama. Pada usia kanak-kanak, ahli fisika atom ini sudah mampu membaca juz ke-30 (juz terakhir Al Quran yang memuat sejumlah surah pendek), “sebelum saya bisa nembaca huruf Latin,” katanya. Dan seperti kebiasaan anak-anak santri, ia pun masuk madrasah: belajar agama pada sore hari, setelah paginya bersekolah sekolah dasar. Malahan, ia melanjutkan menuntut ilmu agama di madrasah tinggi Mamba’ul Ulum, madrasah yang didirikan Paku Buwono X. Di situ Baiquni sekelas dengan Munawir Sjadzali, mantan Menteri Agama. Lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI di Bandung, 1952. Kemudian mengajar di UGM Yogyakarta. Menikah dengan Sri Hartati, pasangan ini dikaruniai 6 orang anak, 5 putra dan 1 putri.
Penelitian
Pada tahun 1950, ilmu fisika atom masih menjadi monopoli Amerika Serikat yang lima tahun sebelumnya menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Baru pada tahun 1954, Presiden Eisenhower mengizinkan fisika atom diajarkan secara terbuka di perguruan tinggi. Baiquni tahun ltu memang sedang memperdalam ilmu fisikanya di Amerika Serikat. Terbukanya bidang “baru” itu tak dilewatkan begitu saja. Di universitas inilah, pada 1964, ia meraih Ph.D.-nya. Sekembalinya ke tanah air Achmad Baiquni kembali mengajar di UGM Yogyakarta.
Beliau juga menulis beberapa buku, tapi yang saya tahu hanya ini ALQUR’AN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI. Inti dari buku ini adalah pendapat penulis sebagai seorang Muslim sekaligus seorang Ilmuwan Indonesia, bahwa Al Qur’an tidak akan berubah sejak diturunkan hingga akhir zaman, sedangkan sains dapat berubah temuannya dari masa kemasa karena bertambahnya informasi/data yang diperoleh sebagai akibat makin canggihnya peralatan/teknologi dan berkembangnya fisika dan matematika. Dan pendapat bahwa mempercayai kebenaran Al Qur’an adalah sikap yang tidak bisa ditawar. Apabila sains tampak menemukan suatu yang tidak serasi dengan Al Qur’an, ada dua kemungkinan penyebabnya: sains belum lengkap datanya dan belum terungkap semua gejala yang berkaitan sehingga kesimpulannya meleset, atau pemahaman terhadap ayat yang bersangkutan kurang benar.
Tjia May On merupakan salah satu dari enam ilmuwan Indonesia yang masuk daftar Wise Index of Leading Scientists and Engineer, pada tahun 2008. Daftar tersebut dikeluarkan oleh Comstech (Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation), lembaga yang bertujuan meningkatkan promosi serta kerja sama sains dan teknologi di antara negara – negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Tjia menyelesaikan studi sebagai sarjana fisika pada 1962 di ITB. Setahun kemudian ia memasuki studi fisika partikel di Northwestern University, AS hingga PhD tahun 1969 dengan tesis Saturation of A Chiral Charge – Current Commutator. Kemudian pada tahun 1966, risetnya bersama fisikawan CH Albright dan LS Liu masuk Physical Review Letters dengan judul Quark Model Approach in the Semileptonic Reaction.
Pada awal 1960 – an, para sarjana fisika di Indonesia baru mempelajari partikel kuantum dan kosmologi relativistik. Dua bidang itu yang mengubah pandangan dunia secara radikal – revolusioner awal abad 20 tentang alam semesta dan asal – usulnya. Sepuluh tahun kemudian tercatat hanya lima nama yang punya otoritas bicara tentang kuantum dan relativitas yaitu: Ahmad Baiquni, Muhammad Barmawi, Tjia May On, Pantur Silaban, Mereka angkatan pertama yang jumlah penerusnya relatif sedikit dibanding bidang fisika terapan.
Pria kelahiran Probolinggo, 25 Desember 1934 ini juga sempat ikut riset di International Center of Theoretical Physics (ICTP), Trieste, Italia, yang didirikan fisikawan asal Pakistan peraih hadiah Nobel, Abdus Salam. Saat itulah, dia meninggalkan fisika partikel dan memasuki riset polimer, optik nonlinier, dan superkonduktor yang menghantarkan namanya di kancah internasional.
Dalam 33 tahun penelitiannya, ia telah menerbitkan dua buku teks, 24 penelitian kolaboratif internasional, 86 jurnal ilmiah internasional, 44 presentasi simposium internasional, 44 publikasi jurnal nasional, dan 77 presentasi ilmiah nasional. Karya – karyanya ini, sebagian dipublikasikan di jurnal internasional Physical Review, Nuclear Physics, Physica C, International Journal of Quantum Chemistry, Review of Laser Engineering, dan Journal of Non – linear Optical Physics.
- 3. Pantur Silaban
Hukum Snellius mengenai pembiasan itu merupakan pintu masuk bagi Pantur Silaban mencintai fisika. Karena tak ada jawaban jitu dari sang guru, ia pun bernazar akan menggeledah rahasia alam melalui studi fisika di kemudian hari.
Dalam perjalanan ruang-waktu, minat Pantur melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi setelah lulus SMA ikut pula bergerak. Selain mendalami fisika, ia berhasrat pula mempelajari teologi. Meninggalkan Sumatera selepas sekolah lanjutan atas, pria kelahiran Sidikalang, 11 November 1937 itu mampir di Jakarta membekali diri mengikuti ujian saringan masuk sekolah tinggi teologi.
Orangtua Pantur, pasangan Israel Silaban dan Regina br. Lumbantoruan, adalah pedagang yang berhasil. Pendek cerita, keluarga ini tergolong berada di lingkungan Sidikalang dan sekitarnya. Dalam tempo enam setengah tahun, waktu optimal pada zaman itu merampungkan kuliah tingkat sarjana, Pantur lulus pada tahun 1964 dan berhak menyandang gelar doktorandus dalam fisika. Ia langsung diterima sebagai anggota staf pengajar Fisika ITB. Selama kuliah kecenderungannya pada bidang tertentu dalam fisika mulai terbentuk. Pantur amat menggandrungi matematika murni dan mata kuliah yang tergolong dalam kelompok fisika teori, seperti mekanika klasik lanjut, teori medan elektromagnetik, mekanika kuantum, dan teori relativitas Einstein. Maka, ketika datang kesempatan studi lanjut di Amerika Serikat pada tahun 1967, tujuannya sudah jelas. “I go there just for the General Relativity Theory, no other things,” katanya. “Itu yang ada di benak saya waktu itu.” Pantur diterima di sekolah itu. Tentang pentingnya kedudukan sekolah gravitasi Universitas Syracuse itu, Dr. Clifford M. Will dari Universitas Washington di St. Louis seperti dikutip The New York Times (23 Oktober 2002) ketika menurunkan obituari atas Peter G. Bergmann menulis sebagai berikut: “Pada masa-masa akhir 1940an Syracuse adalah tempat yang tepat untuk bekerja dalam Relativitas Umum karena tak ada tempat lain di dunia yang melakukannya.”
Pantur merupakan fisikawan Indonesia yang berguru langsung kepada murid dan kolega Einstein dalam Relativitas Umum. Ia merupakan satu dari 32 mahasiswa dari seluruh dunia yang mempelajari Relativitas Umum di Syracuse dengan Bergmann sebagai pembimbing atau ko-pembimbing dalam kurun tahun 1947-1982. Tak salah kalau orang menyebutnya sebagai cucu murid Einstein.Adapun pembimbing utamanya lebih muda dari Bergmann, tapi juga raksasa dalam Relativitas Umum. Dialah Joshua N. Goldberg. Nama-nama itu terasa Yahudi. Universitas Syracuse memang didominasi oleh orang-orang Yahudi, baik dosen maupun mahasiswanya. Sekali waktu dalam sebuah kuliah, Pantur menggambarkan almamaternya itu dengan lelucon segar yang tentu saja didasarkan pada fakta: “Hanya ada dua jenis manusia yang diterima di Syracuse. Yang pertama Yahudi, yang kedua adalah orang pintar. You tahu, saya bukan Yahudi.”
Alih-alih berkeras mendapatkan kuantum gravitasi, akhirnya Pantur mengikuti saran Goldberg, mengalihkan topik untuk disertasinya: mengamputasi prinsip Relativitas Umum dengan menggunakan Grup Poincare untuk menemukan kuantitas fisis yang kekal dalam radiasi gravitasi. Temuan ini mengukuhkan keberpihakannya kepada Dentuman Besar (Big Bang) sebagai model pembentukan Alam Semesta ketimbang model-model lain.
Pekerjaan itu selesai pada tahun 1971 dan mengukuhkan Pantur Silaban sebagai Ph.D. dengan disertasi berjudul Null Tetrad Formulation of the Equations of Motion in General Relativity. Setahun setelah menyelesaikan disertasinya, Pantur kembali di Bandung pada tahun 1972 dan mengajar di Jurusan Fisika ITB. Orang pertama Indonesia yang mendapat doktor dalam Relativitas Umum itu adalah orang Sumatera pertama—tidak sekadar orang Batak pertama—yang mendapat Ph.D. dalam fisika. Sebuah risetnya setelah disertasi ini dimuat di Journal of General Relativity and Gravitation..
- 4. Hans Wospakrik
Hans Jacobus Wospakrik (lahir di Serui, Papua, 10 September1951 – meninggal di Jakarta, 11 Januari2005 pada umur 53 tahun) adalah seorang fisikawanIndonesia yang merupakan dosenfisika teoritik di Institut Teknologi Bandung.
Ia memberi sumbangan berarti kepada komunitas fisika dunia berupa metode-metode matematika guna memahami fenomena fisika dalam partikel elementer dan Relativitas Umum Einstein. Hasil-hasil penelitiannya ini dipublikasikannya di jurnal-jurnal internasional terkemuka, seperti Physical Review D, Journal of Mathematical Physics, Modern Physics Letters A, dan International Journal of Modern Physics A . Ia meninggal pada 11 Januari 2005 akibat leukimia.
- Riwayat pendidikan
- Dari Atomos Hingga Quark
- Karya-karya
- Hans J. Wospakrik,, Nonrecursive zeta-function regularization of the Fujikawa anomaly factor, Phys. Rev. D 40, 1367 – 1369 (1989)
- Tracy LaQuey, Sahabat Internet: Pedoman bagi Pemula untuk Memasuki Jaringan Global, diterjemahkan oleh Hans J. Wospakrik, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Penerbit ITB, 1997; Judul asli: Tracy LaQuey, Internet Companion: A Beginner’s Guide to Global Networking. Copyright ©1994 by Tracy LaQuey and Editorial Inc. First published by Addison-Wesley Publishing Company, Inc., Reading, Massachusetts, USA
- Hans J. Wospakrik, Freddy P. Zen, Inhomogeneous Burgers Equation and the Feynman-Kac Path Integral, arXiv.org, solv-int/9812014 (December 1998)
- Hans J. Wospakrik, Path Integral Evaluation of the Free Propagator on the (D-1)-dimensional Pseudosphere, arXiv.org, quant-ph/9903005 (March 1999)
- Hans J. Wospakrik and Freddy P. Zen, CPT Symmetries and the Backlund Transformations, arXiv.org, solv-int/9909007 (September 1999)
- Hans J. Wospakrik, Classical Equation Of Motion Of A Spinning Nonabelian Test Body In General Relativity, Phys.Rev.D26:523-526,1982.
- 1. Terry Mart
Riset fisika, apalagi fisika dasar, selama ini dianggap tidak memiliki prospek ekonomis yang baik bagi penelitinya. Karena salah satu alasan itulah, hingga kini hanya segelintir orang yang tetap menekuni ilmu ”rumit” ini. Di antara mereka yang langka dan mampu mematahkan anggapan itu adalah Terry Mart, Ilmuwan Fisika Nuklir dan Partikel tingkat dunia.
Menekuni bidang Fisika Nuklir dan Partikel Teoretis sejak 20 tahun lalu, Terry kini menjadi orang yang kaya ilmu dan dipandang oleh komunitas ilmuwan fisika di tingkat dunia. Kekayaannya itu terlihat pada makalahnya yang terbit di jurnal dan prosiding internasional, jumlahnya mencapai sekitar 100 makalah.
Dari paper internasional, yang dihasilkan rata-rata dua kali setahun, ia mendapat insentif dari Universitas Indonesia Rp 10 juta per makalah. Belum lagi tawaran dana penelitian dan penggunaan fasilitas riset dari perguruan tinggi asing.
Bila ditanya apa kiatnya bisa seproduktif itu? Kuncinya adalah kreativitas dan perhatian sepenuh hati pada ilmu yang ditekuni. ”Bila tiap hari kita memikirkannya, setiap kali pula muncul ide untuk mengembangkannya,” ujar Terry.
Di ruang kerjanya yang berukuran 4 x 3 meter ada seperangkat komputer yang bekerja 24 jam, melakukan komputasi ribuan data eksperimen yang kemudian dicocokkan dengan model yang dikembangkannya. Dengan menggunakan satu komputer, waktu yang diperlukan untuk memproses data mencapai 3 hingga 11 hari. Karena itu, ia bercita-cita memiliki 50 komputer yang bekerja paralel untuk mempercepat proses tersebut dan dengan jumlah data input yang jauh lebih besar.
Prinsip tiada hari tanpa meneliti diterapkan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga mahasiswa dan peneliti lain di kelompok Peminatan Fisika Nuklir & Partikel UI yang dipimpinnya sejak tahun 1998.
”Dengan begitu dapat tumbuh budaya riset, yaitu seorang dosen dan mahasiswa merasa malu dan ketinggalan jika tidak ikut melakukan penelitian. Saat ini di Jurusan Fisika sudah mulai mengarah ke situ,” urainya.
Namun bagi Terry, suasana kampus di Indonesia memang belum kondusif untuk kegiatan riset karena rendahnya proses kreatif, sikap santai, bahkan cenderung malas yang melekat di sebagian masyarakat kampus. Inilah yang menyebabkan terjadinya scientific decomposition atau pembusukan ilmiah.
Karena itu, secara periodik Terry harus ”menyetrum” kembali semangatnya dengan mengadakan penelitian di luar negeri. Ini dijalaninya selama tiga bulan setiap dua tahun.
”Bila ingin maju, peneliti ilmu dasar memang harus ’keluar’ dan bersaing dengan peneliti dunia lainnya. Jangan hanya bermain di tingkat nasional,” ujar salah satu pendiri Grup Fisika Teoritik di Indonesia pada tahun 2004 ini.
Baginya tidak sulit mendapat dukungan dana dari universitas terkemuka yang membuka peluang baginya melakukan kerja sama riset di luar negeri. Paling tidak ada lima universitas dari empat negara maju yang menerimanya sebagai peneliti tamu dan menanggung semua biaya riset dan perjalanan.
Meski penelitiannya kerap dilakukan di luar negeri, Terry sangat mencintai Indonesia sehingga tidak tebersit sedikit pun untuk hijrah ke negeri orang. Justru hasil penelitian di luar negeri menjadi ”oleh-oleh” untuk diteliti lebih lanjut para mahasiswanya menjadi bahan tesis.
Terry Mart lahir di Palembang 3 Maret 1965. Ia mengenyam pendidikan S1 di Universitas Indonesia lulus dengan cum laude pada 1988 dan mengambil S3 di Universitat Mainz, Jerman dan lulus cum laude pada 1996.
Pengalaman kerja Terry antara lain menjadi pengajar fisika di UI (1990-sekarang), Asisten peneliti Universitat Mainz (1996), Ketua Peminatan Fisika Nuklir & Partikel UI (1998-sekarang), Sekretaris program Studi Ekstensi Fisika UI (2002-2009), Peneneliti tamu di George Washington University, AS; Okayama University of Science, Jepang; Tohoku University, Jepang; Universitat Mainz, Jerman; Univeristy of Stellenbosch, Afrika Selatan.
Dalam berorganisasi, Terry menjadi Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Indonesia (2009-sekarang), Anggota Komite Pengarah Internasional IUPAP & Asia Pacific Few-Body Conference (2005-sekarang), Anggota Komite Seleksi Bersama Lembaga Pertukaran Akademik Jerman/DAAD (1998-sekarang), serta Editor dan Referee pada beberapa jurnal nasional dan internasional (2005-sekarang).
Selain itu, Terry pernah menerima penghargaan berupa Mahasiswa Teladan FMIPA UI (1987), Penghargaan publikasi internasional UI (1998-2010), Habibie Award (2001), Dosen berprestasi III UI (2004), Satyalancana Karya Satya 10 tahun (2007), Leading Scientist dari COMSTECH/Organisasi Konferensi Islam (2008), Ganesa Widya Jasa Adiutama ITB (2009), Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Departemen Pendidikan Nasional (2009), dan Excellent Researcher dari SEA EU NET (2009).
- 2. Jony Setiawan
Di Jerman, Dr. Johny Setiawan sangat mudah dikenali. WNI yang sudah 17 tahun tinggal di Jerman itu selalu tampil plontos, bercelana pendek, dan kaus tanpa lengan. Walaupun beliau adalah astronom dan penemu lebih dari sepuluh planet baru namun penampilannya begitu sederhana.
Meski telah 17 tahun merantau ke negeri Jerman, Johny masih fasih berbahasa indonesia. Bukan hanya itu. Pria yang lahir di Jakarta 16 agustus 1974 (35 tahun) tersebut mengaku selain bahasa indonesia, beliau telah menguasai empat bahasa dengan lancar, yakni Inggris, Spanyol, Prancis, dan Jerman. Masa kecil beliau dihabiskan di jakarta, lebih tepatnya di daerah Bintaro.
Johny menamatkan S-1 dan S-3-nya di Freiburg, Jerman, dan tercatat sebagai lulusan termuda di Albert-Ludwigs-Universitat, Freiburg, Jerman. Di universitas yang sama, Johny meraih gelar s-3 dan menjadi ilmuwan postdoctoral di departemen planet dan formasi bintang Max Planck Institute for Astronomy (mpia).
Awal ketertarikan Johny pada astronomi dan bercita-cita menjadi astronom adalah ketika ayahnya mulai sering mengajaknya ke atap rumah untuk melihat bintang-bintang tiap petang. “saat itu di Jakarta masih bisa lihat bintang tiap malam karena langitnya masih bersih, tidak seperti sekarang,” jelasnya. Kebiasaan inilah yang membangkitkan minatnya akan ilmu astronomi. “waktu itu ayah saya sering bercerita yang aneh-aneh tentang bintang-bintang tersebut. Dia juga memberi nama aneh-aneh pula. Setelah saya dewasa, saya baru tahu bahwa apa yang dibicarakan ayah dulu salah semua,”
Meski mengidamkan profesi astronom, beliau mengakui sejak kecil justru tidak terlalu suka dengan pelajaran fisika yang menjadi elemen penting dalam ilmu tersebut. Menurut dia, banyak pertanyaan di fisika yang aneh-aneh dan cenderung tidak perlu, maka itu Johny Setiawan malah lebih tertarik dengan pelajaran sejarah.
Sejak mengamati bintang-bintang di jagat raya, beliau telah menemukan lebih dari 10 planet. Lima di antaranya sudah dipublikasikan, sementara yang lain dalam tahap penelitian. Planet-planet tersebut di antaranya adalah planet yang dinamai hd 47536c, hd 110014b, dan hd 110014c, akan dipublikasikan tahun depan dalam jurnal astronomi.
Namun, dari sekian banyak temuannya, yang paling berkesan adalah planet tw hydrae b. Pasalnya, itu satu-satunya planet temuannya yang tidak menggunakan angka-angka seperti yang lain. Planet itu adalah planet termuda yang beliay temukan. Planet ini juga dalam kontroversi karena masih banyak yang belum percaya karena pembuktian adanya planet ini kan secara tidak langsung. Selain itu, penemuan planet ekstrasolarnya (planet di luar sistem tata surya) dipublikasikan dalam majalah nature pada 4 Januari 2008. Sebelumnya tim astronom dari mpia yang diketuainya berhasil menemukan sistem extrasolar termuda plus dengan metode variasi kecepatan radialnya. Temuan bintang muda dan pleanetnya menjadi begitu penting. Kenapa? Karena dari situ kita bisa tahu awal mula tata surya dan pembentukan planet-planet yang mengitarinya. Pencarian planet pada bintang muda menjadi penting karena tidak lepas dari masalah aktivitas bintang, karena bintang di usia yang masih muda permukaannya masih tidak stabil.
- 3. Haryo Sumowidagdo
Bagi anda yang pernah membaca novel Dan Brown, berjudul Angel and Demon, pasti tak asing lagi dengan CERN (Conseil Européene pour la Recherche Nucléaire) atau European Organization for Nuclear Research. Sebuah komplek laboratorium percepatan partikel terbesar di dunia yang terletak di perbatasan antara Perancis dan Swiss, persis di sebelah barat Jenewa, yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para peminat ilmu fisika
Namun, siapa nyana ternyata ada orang Indonesia di antara ribuan ilmuwan itu. Salah satunya adalah Haryo Sumowidagdo. Lelaki yang menggondol Ph.D dari Florida State University dan S1 dan S2 di Universitas Indonesia
- Aktivitas di CERN
Sebagai fisikawan, Haryo menganalisis data untuk melakukan pengukuran besaran fisika atau mencari penemuan baru dalam bidang fisika. Kemudian tentunya menulis karangan ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah.
Ada kegiatan keempat yang belum banyak ia lakukan, yakni mempopulerkan iptek kepada masyarakat luas. Di CERN, kendala utama bagi Harya adalah belum fasih berbahasa Prancis. Saat ini Haryo terlibat proyek Large Hadron Collider (LHC) secara tidak langsung. Ia menjadi anggota Compact Muon Solenois (CMS), sebuah eksperimen fisika partikel yang terletak di LHC. LHC sendiri merupakan bagian dari CERN.
LHC merupakan sebuah akselerator/pemercepat zarah. Akselerator adalah sebuah mesin yang bisa mempercepat sesuatu. Mirip dengan pedal gas di sebuah mobil yang bisa menaikkan kecepatan mobil dari diam ke kecepatan tinggi. Zarah (diadaptasi dari bahasa Arab) adalah sesuatu yang sangat kecil, tidak kasat mata, namun merupakan bahan baku yang menyusun semua benda yang kita lihat di sekitar kita. Di dalam LHC, zarah-zarah dipercepat sampai mendekati kecepatan cahaya. Zarah-zarah yang berkecepatan tinggi ini kemudian saling ditubrukkan. Dalam tubrukan tersebut bisa tercipta zarah-zarah lain yang kemudian dilihat oleh alat-alat eksperimen fisika partikel.
LHC merupakan sebuah terowongan di bawah tanah yang membentuk lintasan lingkaran dengan diameter delapan kilometer. Bandara Soekarno-Hatta bisa diletakkan di dalam lingkaran LHC. Letak LHC adalah dekat kota Jenewa di Swiss.
- Cita-cita Sewaktu Kecil
Terakhir ketika SMA, barulah Haryo mulai suka kepada fisika dengan serius. Di kelas III SMA, ia melamar untuk program penerimaan mahasiswa tanpa tes di Universitas Indonesia (UI). Ia memilih Fisika dan diterima. Ketika di Fisika UI, ia bertemu dengan mendiang Prof. Darmadi Kusno dan Dr. Terry Mart. Mereka berdua memberikan pengaruh besar padanya sehingga Haryo akhirnya mantap dengan cita-cita untuk menjadi fisikawan. Selain Haryo, ada juga orang Indonesia lain yang tergabung di CERN, yaitu Rahmat dari University of Mississipi dan Romulus Godang dari University of South Alabama. Mereka berdua merupakan anggota CMS, sehingga mereka juga terlibat dengan CERN.
- Awalnya Bergabung di CERN
- 4. Nelson Tansu
Setelah menamatkan SMA, ia memperoleh beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Tawaran ini diperolehnya karena ia menjadi salah satu finalis TOFI. Ia berhasil meraih gelar bachelor of science kurang dari tiga tahun dengan predikat summa cum laude. Setelah menyelesaikan program S-1 pada tahun 1998, ia mendapat banyak tawaran beasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat. Walaupun demikian, ia memilih tetap kuliah di Universitas Wisconsin dan meraih gelar doktor di bidang electrical engineering pada bulan Mei 2003.
Penelitan doktornya di bidang photonics, optoelectronics, dan semiconductor nanostructires juga meraih penghargaan tertinggi di departemennya, yakni The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award.
Setelah memperoleh gelar doktor, Nelson mendapat tawaran menjadi asisten profesor dari berbagai universitas ternama di Amerika Serikat. Akhirnya pada awal tahun 2003, ketika masih berusia 25 tahun, ia menjadi asisten profesor di bidang electrical and computer engineering, Lehigh University.
Saat ini Prof. Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3) dan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya telah dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Ia juga sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, baik di berbagai kota di AS dan luar AS seperti Kanada, Eropa dan Asia. Prof Nelson telah memperoleh 11 penghargaan dan tiga hak paten atas penemuan risetnya. Ada tiga penemuan ilmiahnya yang telah dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.
Nelson adalah pemuda mandiri. Semangatnya tinggi, tekun, visioner, dan selalu mematok standar tertinggi dalam kiprah riset dan dunia akademisinya. Orang tua Nelson hanya membiayai hingga tingkat S-1. Selebihnya ia sendiri yang membiayainya melalui beasiswa yang didapatkan.
Bahkan, di AS yang negeri supermaju pun reputasi Nelson bukan fenomena umum. Bayangkan, pada usia semuda itu, dia menyandang status guru besar. Sehari-hari dia mengajar program master, doktor, dan bahkan post doctoral. Yang prestisius bagi seorang ilmuwan, ada tiga riset Nelson yang dipatenkan di AS. Kemudian, dua buku teksnya untuk mahasiswa S-1 dalam proses penerbitan.
Nelson jadi profesor muda di Lehigh University sejak awal 2003. Untuk bidang teknik dan fisika, universitas itu termasuk unggulan dan papan atas di kawasan East Coast, Negeri Paman Sam. Untuk menjadi profesor di Lehigh, Nelson terlebih dahulu menyisihkan 300 doktor yang resume (CV)-nya juga hebat-hebat.
Sumber : Blogger.(2).zip



Komentar
Posting Komentar